Persiapkan Kegiatan Mos Yang Menarik Dan Mendidik

Umur yang mungkin bisa jadi refleksi yang belum terlalu jauh dengan kondisi dan situasi para pelajar maupun mahasiswa saat ini. Sekaligus juga umur yang tepat untuk melihat bagaimana pencapaian teman-teman angkatan saya, setelah lulus kuliah dan berkarya dalam masyarakat selama kurang lebih 7-8 tahun. Untuk bisa lebih memahami konteks yang saya maksud, mari kita bisa sama-sama melihat sepenggalscreenshot di bawah ini. Screenshot ini adalah beberapa potongan “curhatan” para pelajar dari seluruh Indonesia yang pernah masuk ke tulisan artikel saya maupun email pribadi. Jika tulisannya tidak terbaca karena terlalu kecil, tinggal klik gambarnya saja untuk memperbesar.

“Kami sudah berulangkali mendorong penambahan poin afirmasi ini khususnya bagi para guru senior. Rasanya tidak adil jika mereka yang sudah lama mengabdi harus bersaing dengan para junior yang baru contemporary graduate dan lebih piawai dalam menjawab soal-soal ujian komtek,” katanya. Kita bisa mengubah posisi tempat duduk tiap anak setiap minggu atau setiap dua minggu, supaya anak bisa akrab tidak hanya dengan teman yang itu-itu saja, malainkan dengan setiap anak lainnya.

Seluruh pola hubungan pembelajaran harus dibuat sebagai sebuah hubungan pendidikan profesional murni. Semua unsur pendukung tradisi kekerasan baik di tingkat dosen, asisten dosen, mahasiswa yang menduduki fungsi pengajar harus dinetralkan bila perlu dilucuti wewenangnya. Terakhir bentuk pengawasan yang dikembangkan adalah melalui pola intelijen intern. Ki Hajar Dewantara dalam mendirikan Perguruan Taman Siswa mempunyai tujuan mulya yang ingin tercapai, yaitu untuk membentuk manusia yang merdeka, baik secara fisik, psychological, maupun kerohanian. Sedangkan landasan filosofisnya adalah nasionalistik dan universalistik.

Mendidik junior, dan anak didik menjadi pribadi yuang lebih baik

Dalam mewujudkan peradapan dalam dunia pendidikan yang manusiawi, Ki Hajar Dewantoro telah meletakkan fondamen pendidikan yang sangat kuat yang dikemas dalam “falsafah pendidikan Indonesia” yang menjadi semboyan pendidikan Nasional yaitu Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mbangun Karso, Tut Wuri Handayani. Peringatan Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei merujuk pada tanggal kelahiranlahir di Yogyakarta, 2 Mei 1889 Ki Hajar Dewantoro meninggal dunia di Yogyakarta, 26 April 1959 pada umur sixty nine tahun. Soewardi muda sangat ulet sebagai seorang wartawan muda, beliaunya juga aktif dalam organisasi sosial dan politik. Sejak berdirinya Boedi Oetomo tahun 1908, beliaunya aktif di seksi propaganda untuk menyosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia pada waktu itu mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara. Beliaunya juga menjadi anggota organisasi Insulinde, suatu organisasi multietnik yang didominasi kaum Indo yang memperjuangkan pemerintahan sendiri di Hindia Belanda, atas pengaruh Ernest Douwes Dekker .

Mengamati keadaan ruangan dan beradaptasi dengan kelas terlebih apabila terkenal dengan siswanya yang aktif. Dengan melakukan pendekatan tersebut saya rasa akan mengurangi rasa panik dan akan tenang siap menghadapi siswa dengan berbagai karakter. Untuk pertemuan awal saya akan lebih santai dahulu dengan saling bertukar pikiran dan memberi motivasi terlebih siswa yang saya ajar sudah SMA.

Kegagalan-kegagalan itu sebahagian besar disebab- kan oleh permasalahan manajemen pendidikan yang kurang tepat, pe-nempatan tenaga kerja yang kurang sesuai dengan keahlian dan penanganan masalah pendidikan yang bukan di-laksanakan oleh ahlinya serta kurangnya pembinaan terhadap kualitas sumber daya manusia. Peran orangtua dalam dunia pendidikan anak mungkin terdengar sebagai tema yang “klise”. Pada umumnya, kita semua mengetahui adanya dukungan positif dari orangtua, dari mulai pendampingan belajar sewaktu SD, pengorbanan finansial yang tentu tidak sedikit, sampai bimbingan private terhadap masalah yang dihadapi pelajar di umur remaja.

Bukan dengan serta merta melakukan dan memberikan hukuman fisik semata. Perilaku santri dalam dunia pendidikan khususnya Pendidikan Islam memang melalui fase yang panjang, mulai dari kondisi, faktor dan pemicu hingga pada masalah-masalah yang kompleks. Santri bertindak agresif dipengaruhi oleh berbagai penyebab, seperti keluarga, masyarakat dan media massa. [newline]Keluarga yang terbiasa mendidik anak secara otoriter dan kotor dalam bahasa kerap membawa anak terbiasa dengan kekerasan. Begitu juga dengan sikap masyarakat, yang menuntut keinginannnya disertai kekerasan menjadi pelajaran buruk bagi anak. Seperti unjuk rasa para buruh pabrik, mahasiswa atau massa pilkada yang melakukan pengerusakan. Anak akan menyimpulkan bahwa dengan kekerasan keinginan mereka terhadap sesuatu akan terpenuhi.