Pemimpin = Pelayan Publik

Lakukan komunikasi yang jelas dan langsung kepada jajaran untuk bekerja efektif. Bertidak cepat terhadap situasi, lalu rasakan berbagai kecenderungan, dan lakukan respon terbaik. Kepemimpinan yang kuat sangat diperlukan dalam situasi ini (pattern-based leadership). Gunakan berbagai metode yang dapat menghasilkan ide penyelesaian, termasuk lakukan diskusi, atur hambatan-hambatan yang ada, dan kelola serta awasi semua kondisi yang memungkinkan lahirnya solusi dari masalah dengan tingkat kompleksitas tinggi ini.

Kursi itu diakui sebagai milik sang jenderal sampai petugas logistik tersebut mengatasi permasalahan di gudang dan mengembalikan kursi itu ke petugas gudang. Ketika seseorang memutuskan untuk menjadi pemimpin, maka ia harus menerima fakta bahwa semua orang memiliki ekspektasi yang lebih tinggi terhadapnya dibandingkan orang lain dalam organisasi. Kemampuan ini sangat dibutuhkan mengingat peran pemimpin adalah mengarahkan bawahannya. Bawahan perlu mendapat pengarahan yang jelas mengenai apa yang harus dilakukannya.

Jika pemimpin menemui bawahan yang memiliki kemampuan dan kemauan untuk berkerja yang berbeda, maka pemimpin harus menyusun strategi untuk penyembuhan dan pemulihan pada setiap tingkat kemampuan dan kemauan setiap bawahannya untuk bekerja. Salah satu gaya kepemimpinan yang cukup dikenal dapat dijalankan yaitu gaya kepemimpinan “Situasional” yang menekankan pada perilaku pimpinan yang dihubungkan dengan tingkat kematangan dari bawahan. Gaya kepemimpinan ini dikemukakan oleh ahli Manajeman Sumber Daya Manusia Paul Hersey dan Kenneth Blanchard, Menurut Hersey, seorang pemimpin harus memahami kematangan bawahannya agar supaya dalam menjalankan roda kepemimpinannya tidak ada kesalahan-kasalahan yang mendasar.

memiliki sebuah sikap kepemimpinan

Hal ini terutama disebabkan karena beberapa pembatasan dari si manajer sendiri dalam melaksanakan aktivitas. Mengusahakan pertukaran informasi antara para petugas-petugas oporasional mongenai pelaksanaan untuk meningkatkan kegiatan-kegiatan koordinasi. Dari uraian di atas jelaslah bahwa lebih mudah mengukur produktivitas pemimpin yang lebih rendah. Semua pemimpin publik di pusat dan kepala daerah, serta pemimpin sektor swasta dan masyarakat sipil diharapkan mempunyai karakteristik untuk selalu menjadi pemimpin yang mau dan mampu mendengar dengan baik setiap masukan dari berbagai pihak. “Great leaders are great listeners; therefore, they converse much less and pay attention more”.

Mungkin ketika mereka berkampanye, mereka berjanji A terhadap masyarakat yang kelak akan dipimpinnya, namun ketika sudah menjadi pemimpin. Hal ini tentu sangat mengecewakan masyarakat yang telah memilihnya untuk menjadi seorang pemimpin. Untuk itu, diperlukan suatu penanaman nilai-nilai kepemimpinan kepada para pemuda sebagai calon pemimpin bangsa agar nantinya ke depan mereka bisa menjadi pemimpin yang tangguh, berwibawa dan mampu menghilangkan krisis kepercayaan masyarakat terhadap para pemimpin .

Kemampuan mental akan berpengaruh terhadap fisik, begitu pun sebaliknya. Ketiga hal tersebut merupakan syarat dalam upaya memimpin orang lain demi tujuan yang diharapkan. Kepemimpinan banyak dihubungkan dengan proses memengaruhi orang lain, baik individu maupun orang-orang yang terdapat dalam suatu kelompok. Menurut John C. Maxwell, inti dari kepemimpinan adalah untuk memengaruhi atau mendapatkan pengikut. Kepemimpinan, meskipun mempunyai definisi yang berbeda-beda, mengandung suatu pengertian yang merupakan kegiatan memengaruhi, mengajak, dan mengatur orang lain untuk melakukan suatu tindakan demi tercapainya suatu tujuan.

Namun, dalam memimpin, satu hal penting ditekankan adalah kepemimpinan tidak hanya menyangkut organisasi, namun dimulai dari lingkup yang terkecil yaitu diri kita sendiri. Kepemimpinan dalam diri pribadi dapat dilatih dengan memiliki integritas yang tinggi. Demikian pula untuk mencari dan menjaring calon Pemimpin yang terpelihara integritasnya dengan berbagai godaan dan tantangan yang beragam, maka berbagai Materi ujian Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim dilakukan oleh Badan Pengawasan. Materi ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat ketaatan dan kepatuhan calon Pimpinan terhadap prinsip-prinsip antra lain adil, jujur, arif dan bijaksana, bersikap mandiri, integritas tinggi, tanggung jawab, menjunjung tinggi harga diri, berdisiplin tinggi, rendah hati dan skilled. Pemimpin berasal dari kata dasar ‘pimpin’ yang dalam kamus besar Bahasa Indonesia bermakna pekerjaan mengepalai, menuntun, memandu agar dapat mengerjakan sendiri. Artinya, ‘pemimpin’ adalah individu yang melakukan kegiatan pemanduan tersebut atau orang yang mengampu tanggung jawab memandu.

Pemimpin dapat bersifat laksana Api , yang bersifat tegak dan tidak pandang bulu. Kata-kata dapat dipegang, konsekuen dan penuh tanggung jawab atas semua perbuatannya. Ia bersifat adil, tidak pilih kasih, siapa yang salah dihukum dan siapa yang berhasil diberi penghargaan.

Soalnya Belanda selama beberapa dekade terakhir adalah salah satu negara yang menekankan pentingnya hak asasi manusia . Masalahnya sikap ini sangat tidak cocok dengan sejarah kolonialnya yang penuh dengan pelanggaran HAM di Nusantara . Oleh karena itu, kekerasan yang dilakukan dalam sejarah kolonialnya tidak disebutkan di buku-buku sekolah yang dibaca murid-murid Belanda di highschool. Berdasarkan nilai Ketuhanan yang Maha Esa, maka negara hukum Pancasila melarang kebebasan untuk tidak beragama, kebebasan anti agama, menghina ajaran agama atau kitab-kitab yang menjadi sumber kepercayaan agama ataupun mengotori nama Tuhan. Elemen inilah yang menunjukkan salah satu elemen yang menandakan perbedaan pokok antara negara hukum Indonesia dengan hukum Barat. Pidato Soekarno tersebut merupakan rangkuman pernyataan dan pendapat dari para anggota BPUPKI dalam pemandangan umum mengenai dasar negara.

Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan. Dari sifat-sifat yang dimiliki oleh tipe pemimpinan otokratis tersebut di atas dapat diketahui bahwa tipe ini tidak menghargai hak-hak dari manusia, karena tipe ini tidak dapat dipakai dalam organisasi trendy. Mungkin, kelemahan terbesar tipe kepemimpinan model ini bisa di analogikan dengan peribahasa “Tong Kosong Nyaring Bunyinya”.Mereka mampu menarik orang untuk datang kepada mereka. Setelah beberapa lama, orang-orang yang datang ini akan kecewa karena ketidak-konsistenan.