Informasi Pendidikan Arsip

Dengan berpegang kepada prinsip-prinsip tersebut, seorang pendidik diharapkan mampu menerapkan metode yang tepat dan cocok sesuai dengan kebutuhannya. Ketika masalah karakter bangsa mulai mencuat sebagai sorotan masyarakat karena sedikit demi sedikit mulai mengusik integrasi nasional, tentu kemudian masyarakat mulai mecari-cari soalusi atau segala sesuatu yang dapat berpengaruh besar didalam mengatasi masalah degradasi karakter bangsa ini. Memang akan menjadi pedebatan ketika kita harus terlebih dahulu memilih mulai memperbaiki generasi dewasa atau generasi muda. Sulit rasa-rasanya untuk memilih dan menemukan solusi yang paling best.

Kalau terlalu friendly dikhawatirkan terjadi hal hal yang di tanyakan mas osza tadi. Aduh, saya baru junior, ga enak hati dengan senior kalau saya yang junior memberi hukuman ke siswa saya. Dengan adanya adaptasi, diri kita bisa menyesuaikan keadaan sekitar dimana saja. Sedangkan point “jangan ragu” juga perlu dibarengi dengan evaluasi rutin untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan menghindari kesalahan, langkah preventifnya seperti yang sudah Mbak Salma jabarkan ialah dengan mempersiapkan terlebih dahulu rencana pembelajaran.

Mendidik junior, dan anak didik menjadi pribadi yuang lebih baik

Rutter menjelaskan bahwa faktor protektif merupakan faktor yang memodifikasi, merubah, atau menjadikan respons seseorang menjadi lebih kuat menghadapi berbagai macam tantangan yang datang dari lingkungannya. Faktor protektif ini akan berinteraksi dengan faktor risiko dengan hasil akhir berupa terjadi atau tidaknya masalah perilaku atau emosi, atau gangguan psychological di kemudian hari. Dapat bersifat particular person, konstektual , atau yang dihasilkan melalui interaksi antara individu dengan lingkungannya. [newline]Faktor risiko yang disertai dengan kerentanan psikososial, dan resilience pada seorang remaja akan memicu terjadinya gangguan emosi dan perilaku yang khas pada seorang remaja.

Bila salah satu permasalahan yang sering dihadapi anak adalah selalu malu, takut, bahkan menolak berbaur dengan orang-orang di sekitarnya, coba lebih sering membawanya untuk bertemu dengan banyak orang. Banyak pendapat yang mengatakan bahwa kebiasaan dan kepribadian seseorang mulai terbentuk sedari kecil. Nah, jangan sampai rasa takut dan tidak berani ini terus menyelimuti diri anak sampai ia dewasa kelak.

Apabila kita bisa selaras dengan senior kita, maka kita dapat menciptakan kekompakkan dan bersinergi/berkolaborasi dengan senior kita untuk mewujudkan visi misi dari sekolah. Izin menanggapi mbak Salma Rosida, saya sangat setuju dengan level “jangan ragu” dan “menghadirkan keyakinan pada diri sendiri”. Pada hakikatnya menurut saya untuk mengenali dan menganalisa orang lain kita sebagai guru harus terlebih dahulu mengenali diri kita sendiri, didukung pula dengan kemampuan menghormati perspektif orang lain dengan menempatkan diri kita di sepatu orang tersebut . Sifat open-minded amat dibutuhkan karena pekerjaan guru berdekatan erat dengan ilmu pengetahuan dan manusia yang sama-sama dinamis.