Ekspor Ikan Mentah, Dorong Industri Pengolahan Ikan

PIKIRAN RAKYAT – China menyebutkan bahwa produk ekspor perikanan yang dikirim ke Negara Tirai Bambu itu memiliki indikasi terpapar Covid-19. “Pemerintah akan terus melakukan pengawasan dan membantu mencari pasar baru bagi produk unggulan Sulut,” katanya. Diketahui, selama ini produk ekspor khususnya sektor perikanan asal Sulut banyak diminati negara-negara di Asia, Eropa, Amerika bahkan Afrika. Raenhat menjelaskan, ikan kembung sempat langka di awal tahun 2021 lantaran cuaca di Indonesia yang tidak menentu.

“Kita masih fokus perdagangan ikan gelondongan yang dilempar langsung ke luar negeri. Belum ada upaya sistematis untuk mengolah ikan itu di sentra perikanan, sehingga menimbulkan penghasilan yang lebih baik. Itu jadi tantangan sampai detik ini,” ungkap Direktur Eksekutif Pusat Kajian untuk Kemanusiaan, Abdul Halim, kepada Gatra.com, Senin (9/9). Menurutnya, hal ini bukan hanya bicara persoalan bisnis saja, namun lebih dari itu.

“Beberapa kendala yang kami hadapi dalam budidaya ikan bubara adalah kenaikan harga pakan di musim tertentu dan perubahan cuaca ekstrim yang terlalu panas atau hujan yang terlalu sering. Selain itu proses penyortiran juga memiliki peran penting agar tidak menghambat pertumbuhan ikan yang lebih kecil,” beber Mansir. Selain itu, ikan ini juga tahan akan penyakit, mudah diberi pakan dan tingkat kelangsungan hidupnya tinggi hingga mencapai ninety persen. Selain beras 2 kontainer, pihaknya pun ke depan berencana akan mengekspor sektor pangan lainnya seperti ikan yang diwacanakan akan ekspor sebanyak 6 kontainer. Akan tetapi, baik beras dan ikan, Arief tidak menyebutkan besaran nilai ekspor tersebut.

Ekspor Ikan

Ekspor tidak harus dilakukan melalui pelabuhan laut besar seperti Ambon, Makassar, Bitung, atau pelabuhan di Jawa. Jakarta – Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan , Rina, menyatakan ekspor produk komoditas perikanan dari Ambon, Maluku, ke Jepang dapat dilakukan secara langsung dan tak perlu lagi via Jakarta. Dengan demikian, Dedi memastikan jajarannya akan terus memberikan pelayanan guna meningkatkan ekspor dari Bandung. Dia juga tak segan untuk jemput bola agar para pelaku usaha tertarik untuk menjadi eksportir. Selain itu, KKP juga mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan UPI memiliki prosedur yang tepat saat mengerjakan produk perikanan yang diekspor ke luar negeri.

Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Bappebti dan Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP disaksikan oleh Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. Lebih lanjutnya ia mengatakan, biasanya ikan hidup yang diekspor utamanya terdapat lima jenis, yakni benih nener bandeng, ikan kerapu, coral, delicate coral dan ikan hias air laut. Trenggono menyebut, ekspor perikanan itu sebagian besar dikirim ke 5 pasar utama produk perikanan, yaitu ke China, ASEAN, Amerika Serikat, Jepang, dan Uni Eropa. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, dari nilai ekspor 5,2 miliar dollar AS, 4,eighty four miliar dollar AS merupakan ekspor ikan konsumsi.

Khusus untuk ikan, kata Arief, yang akan diekspor rencananya sebanyak enam kontainer. Lebih lanjut, Arief mengatakan Holding BUMN Klaster Pangan ini bakal berfokus untuk memperbaiki ekosistem pangan di dalam negeri. RNI selaku ketua klaster pangan akan membenahi struktur ongkos untuk menghasilkan nilai kompetitif di pasar pangan dalam negeri. “Kami siap memfasilitasi agar pelaku UMKM di Bawean bisa ekspor produk unggulan dan bersaing di luar Negeri,” pungkasnya.

JawaPos.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan mengatakan, masa pandemi Covid-19 tak mempengaruhi bisnis ikan hias di Bandung, Jawa Barat. Bahkan, tren perlintasan ekspor ikan hias mengalami peningkatan selama tahun 2020. Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan menyebut negara-negara Timur Tengah sebagai pasar potensial yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ekspor produk perikanan Indonesia.

INDUSTRY.co.id,Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan menyebut negara-negara Timur Tengah sebagai pasar potensial yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ekspor produk perikanan Indonesia. Dilansir dari postingan akun Instagram Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi @kemenkomarves pada Kamis (3/12/20), Komoditas ekspor produk perikanan Indonesia terdiri dari enam jenis yaitu Udang, Tuna, Cumi, Kepiting, Rumput Laut, dan Nila. Namun terdapat beberapa usaha yang masih eksis, salah satunya yakni sektor perikanan yang melakukan ekspor ikan ke luar negeri. JAKARTA (3/6) – Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menargetkan peningkatan kualitas produk kelautan dan perikanan untuk menggenjot quantity dan nilai ekspor di 2021. Bahkan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mencanangkan kenaikan sekitar USD1 miliar dari tahun sebelumnya atau total USD6,05 miliar di tahun ini.

“BKIPM mendukung dan mendorong pemulihan ekonomi nasional dengan menggenjot ekspor produk perikanan. Mengusung tema ‘Indonesia Satu Ekspor’, Hari memastikan kegiatan ini terlaksana berkat sinergitas antara Balai KIPM Tanjungpinang dengan Pemerintah Daerah, instansi terkait dan oelaku usaha. Acara pelepasan ekspor ikan dari SRG juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman pengembangan SRG sektor perikanan dan kelautan.

Komoditas tuna beku ekspor dikirim dari Padang melalui Teluk Bayur ke Jakarta, untuk kemudian diberangkatkan ke Amerika Serikat. Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus merupakan satu-satunya PPS di Pulau Sumatera yang melaksanakan langsung ekspor komoditas tuna segar ke Jepang dan tuna loin ke Amerika. Tuna tersebut berasal dari sekitar wilayah tangkapan sumatera meliputi perairan sumatera barat termasuk Mentawai dan samudera hindia. “Yang jadi pikiran saya bagaimana nilai tukar nelayan lebih baik dan kesejahteraan meningkat. Untuk itu industri perlu didorong, sarana dan prasana diperbaiki,” ujar Trenggono.